Hadu...mang klo orang diterima kerja ga dikasih buku ato apaa gitu yang isinya peraturan-peraturan mengenai cara-cara berpakaian ato setidaknya batasan-batasan yang ga boleh dilanggar waktu milih baju bwt dipake di tempat kerja?? Klo emang perusahaan2 ato institusi yg ada di indonesia mau ngeluarin duwit 'cuma' bwt bikinin buku kya gituan pasti deh ga bakal tk liatKejadian ini kira-kira ak liat 2 minggu yang lalu..
lokasinya di perpustakaan tempatq kuliah..Hari itu tuh sebenernya hari yang biasa2 aj..nothing special gitu..Selese kul ak sm anak2 mutusin bwt ke perpus, tujuan awalnya c ngerjain tugas peper utilitas,tapi,begitu masuk perpus n baru aj ak naroh tas di loker,,pandangan mataq langsung terpaku ke arah Salah satu mba2 pegawai perpus yang selama ini emang dikenal cukup jutek sama anak2 n biasa duduk ngawasin kehidupan perpus dengan hilir-mudiknya orang-orang yang seliweran,,
Bukan karena tiba2 dy berubah jadi murah senyum ato tiba2 mukanya berubah innocent kya bayi yang belum punya dosa, tapi itu semua gara-gara baju shoking pink yang dy pake..
Ak c ga masalah sama warna shocking pink itu (yah,walopun klo mw sok2an jadi komentator mode tu warna jg super duper ga sinkron banget sama kulitnya c mba2 yang bisa dibilang coklat tua eksotis2 gimanaa gitu..hweke..tapi y sutrah lah..:)
Keherananq lebih tepatnya tertuju sama potongan baju c mba2 yang kata anak2 jaman sekarang tu agak 'berle' alias berlebihan rendah n terbukanya di bagian 'atas' sono! n dengan suksesnya bikin orang2 terutama co2 yang tadinya punya itikad baik bwt belajar ato sekedar baca2 buku di perpus bwt nambah kemampuan otak tapi malah justru keganggu konsentrasinya sama pemandangan yg sangt amat enggak layak bwt di pandang mata ituhh
Tau kan 'di baju bagian depan-atas' tu maksutnya apa?=)
Haduh...bener2 deh...kata orang2 kampus tu tempatnya orang-orang berpendidikan belajar n nyari ilmu..Tapi klo baru masuk perpustakaan udah disuguhin 'ilmu2 hitam' kya gituan gimana bangsa indonesia bisa pinter coba?? Ini baru satu contoh nyata satu pegawai di perpustakaan jurusanq,,moga2 mba2 perpus maupun pegawai2 di institusi pendidikan lainnya ga nyontoh hal ini yaa....
n bwt ketua jurusan ato siapapun yang berwenang ngingetin oknum mbak2 perpus itu,,minta tolong dunk...bilangin..ingetin...klo perlu bliin baju yang emang sopan n seharusnya di pake bwt orang-orang kerja..Risih euy ngliatnya....Hiiiyyy...Kampus oke kok punya pegawai kya gitu dibiarin aj?
hehehe....
bwt c mbak perpuz: "pizzz mbak....ini bwt kebaikan generasi muda indonesia...^^"
.....*.*....
Rabu, 18 Maret 2009
Senin, 02 Maret 2009
Contemporary Digital Design
Teknik penggambaran dan presentasi sebuah karya arsitektur saat ini semakin mendekati ke arah masuk menjadi bagian utama dalam proses mendesain. Tentu saja menjadi penting untuk dapat menunjukkan akan seperti apa bangunan itu nantinya secara realistik. Penggambaran dan demonstrasi singkat tentang bagaimanakah sebenarnya ide yang dimiliki designer akan semakin memperjelas ide designer tersebut untuk disampaikan kepada orang lain.
Semakin lama teknik memvisualisasikan ide semakin beragam. Seringkali teknik yang digunakan designer adalah dengan menggabungkan beberapa macam cara/teknik presentasi untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin mendekati apa yang ia pikirkan. Namun,pada kenyataannya seringkali apa yang sudah dibuat secara 3D pada komputer kadang melenceng cukup jauh dengan bangunan yang akan dihasilkan nantinya. Yang membuat perbedaan-perbedaan itu antara lain perkiraan jatuhnya cahaya dan bayangan yang dihasilkan,perbedaan warna antara gambar dan material bangunan sesungguhnya,dll. Sehingga dapat disimpulkan dalam hal arsitektur digital ini bukanlah masalah "apakah image itu tampak realistik" tetapi "untuk tujuan apakah gambar tersebut dibuat"
Era digital design
Dengan kemajuan teknologi yang telah ada saat ini, sebenarnya kita semua yang berkecimpung di dunia arsitektur dan design mempunyai lebih banyak kesempatan untuk out of the box, mencoba inovasi-inovasi baru yang masih belum di jamah sebelumnya oleh orang lain dan meninggalkan teori-teori arsitektur yang konvensional. Walaupun begitu, teknologi ini bagaimanapun tetap harus disikapi secara kritis terutama mengenai kelebihan dan kekurangan dari bangunan yang dihasilkannya. Perlu diingat bahwa tantangan untuk out of the box juga memiliki resiko besar,terutama menyangkut masalah kekuatan konstruksinya karena bentuk bangunan dari hasil produk digital arsitektur biasanya memiliki bentuk yang banyak dikatakan orang 'neko-neko'.
manual vs digital
Kemampuan menggambar manual (free hand) bagi seorang arsitek tetap mutlak diperlukan dan wajib dijadikan ketrampilan dasar seorang arsitek,kemampuan dalam memanfaatkan sofware digitallah yang mendukung kemampuan dasar tersebut. Digital mampu mengembangkan berbagai ide yang sulit dikerjakan dengan manual, walaupun begitu,pilihan untuk menggunakan perangkat digital maupun tetap mengandalkan free hand skill tetap diserahkan kembali kepada masing-masing individu arsitek untuk memilih manakah yang paling baik ia gunakan dalam setiap pengerjaan projectnya.
Dengan sofware, penggambaran bentuk ruang secara 3D dapat lebih hidup walaupun bentukan ruang yang diciptakan 'neko-neko' sehingga mempermudah klien untuk menerima masukan ide dari designer. Kelebihan lainnya, pada saat presentasi dengan menggunakan virtual hasil komputerisasi, designer dapat dengan mudah mengubah sudut pandang dan ketajaman gambar (zoom-in atau zoom-out).
Aspek konstruksi yang selama ini dianggap saling bertentangan dengan design kini juga dapat diselaraskan bahkan saling mendukung.
Kelebihan dan kekurangan dari fasilitas digital ini seharusnya dapat memperkaya kita dan menjadi motivasi kita semua untuk terus berkarya dan pastinya jangan pernah takut untuk berpikir 'out of the box'
Semakin lama teknik memvisualisasikan ide semakin beragam. Seringkali teknik yang digunakan designer adalah dengan menggabungkan beberapa macam cara/teknik presentasi untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin mendekati apa yang ia pikirkan. Namun,pada kenyataannya seringkali apa yang sudah dibuat secara 3D pada komputer kadang melenceng cukup jauh dengan bangunan yang akan dihasilkan nantinya. Yang membuat perbedaan-perbedaan itu antara lain perkiraan jatuhnya cahaya dan bayangan yang dihasilkan,perbedaan warna antara gambar dan material bangunan sesungguhnya,dll. Sehingga dapat disimpulkan dalam hal arsitektur digital ini bukanlah masalah "apakah image itu tampak realistik" tetapi "untuk tujuan apakah gambar tersebut dibuat"
Era digital design
Dengan kemajuan teknologi yang telah ada saat ini, sebenarnya kita semua yang berkecimpung di dunia arsitektur dan design mempunyai lebih banyak kesempatan untuk out of the box, mencoba inovasi-inovasi baru yang masih belum di jamah sebelumnya oleh orang lain dan meninggalkan teori-teori arsitektur yang konvensional. Walaupun begitu, teknologi ini bagaimanapun tetap harus disikapi secara kritis terutama mengenai kelebihan dan kekurangan dari bangunan yang dihasilkannya. Perlu diingat bahwa tantangan untuk out of the box juga memiliki resiko besar,terutama menyangkut masalah kekuatan konstruksinya karena bentuk bangunan dari hasil produk digital arsitektur biasanya memiliki bentuk yang banyak dikatakan orang 'neko-neko'.
manual vs digital
Kemampuan menggambar manual (free hand) bagi seorang arsitek tetap mutlak diperlukan dan wajib dijadikan ketrampilan dasar seorang arsitek,kemampuan dalam memanfaatkan sofware digitallah yang mendukung kemampuan dasar tersebut. Digital mampu mengembangkan berbagai ide yang sulit dikerjakan dengan manual, walaupun begitu,pilihan untuk menggunakan perangkat digital maupun tetap mengandalkan free hand skill tetap diserahkan kembali kepada masing-masing individu arsitek untuk memilih manakah yang paling baik ia gunakan dalam setiap pengerjaan projectnya.
Dengan sofware, penggambaran bentuk ruang secara 3D dapat lebih hidup walaupun bentukan ruang yang diciptakan 'neko-neko' sehingga mempermudah klien untuk menerima masukan ide dari designer. Kelebihan lainnya, pada saat presentasi dengan menggunakan virtual hasil komputerisasi, designer dapat dengan mudah mengubah sudut pandang dan ketajaman gambar (zoom-in atau zoom-out).
Aspek konstruksi yang selama ini dianggap saling bertentangan dengan design kini juga dapat diselaraskan bahkan saling mendukung.
Kelebihan dan kekurangan dari fasilitas digital ini seharusnya dapat memperkaya kita dan menjadi motivasi kita semua untuk terus berkarya dan pastinya jangan pernah takut untuk berpikir 'out of the box'
Senin, 23 Februari 2009
Bagaimana cara belajar arsitektur digital yang efektif?
Pertanyaan tersebut diatas merupakan salah satu bahan diskusi yang diadakan per kelompok dalam mata kuliah arsitektur digital yang pertama pada tanggal 20februari2009 kemarin,berikut akan dijabarkan hasil diskusi kelompok saya...
Untuk dapat mempelajari arsitektur digital secara efektif,berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
trimakasih..^^
astriana_32562
Untuk dapat mempelajari arsitektur digital secara efektif,berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Mencari sumber informasi yang akurat mengenai seluk beluk arsitektur digital,software-software yang digunakan,juga tips dan trik dalam menggunakan software-software tersebut. Informasi tersebut bisa di dapat dari literatur seperti buku maupun hasil searching dari internet.
- Berlatih dan mempraktekkan sofware yang telah dipelajari serta mengaplikasikannya dalam project-project arsitektur (baik tugas-tugas kuliah maupun project lain di luar tugas kuliah)
- Sharing dan diskusi dengan orang lain,terutama orang-orang yang sudah mahir menggunakan sofware-software tersebut. Hal ini bertujuan untuk memperdalam ilmu serta memperluas informasi agar selalu mendapatkan informasi terbaru seputar arsitektur digital. Karena perlu diingat pada masa kini kemajuan tekhnologi terus berkembang, sangat mungkin bila setiap hari akan muncul update yang akan terus menyempurnakan dunia arsitektur digital.
- Rajin mengikuti lomba/sayembara/kompetisi untuk memperkaya pengalaman sebagai sarana untuk mengukur kemampuan diri sendiri. Karena kita tidak boleh berpuas diri dengan menganggap bahwa diri kita sudah hebat dengan kemampuan yang ada sekarang.Dengan mengikuti kompetisi juga dapat mengasah daya saing kita sehingga terus terpacu untuk menghasilkan karya yang terbaik.
- Jujur dan disiplin dalam berkarya,serta selalu mengembangkan kreatifitas berkarya. Kejujuran dalam diri seorang arsitek mutlak diperlukan. Terutama saat kita telah memasuki dunia profesional. Jujur akan kemampuan diri akan mendorong kita untuk terus berkarya lebih baik dan lebih baik lagi.
- Yang juga tak kalah penting adalah semangat yang selalu ada dalam diri kita untuk terus maju. Jangan menjadikan alasan keterbatasan fasilitas menjadi penghalang dan batu sandungn bagi kita untuk terus belajar.
trimakasih..^^
astriana_32562
Sabtu, 21 Februari 2009
sepatah dua patah n tiga patah kata pengantar...
Slamat datang smuanyaa...
Mungkin perlu di jelasin,sejarahnya aku bikin blog ini
pertama2 c gara2 ada tugas matkul arsi digital yg mengharuskan pesertanya bikin blog
ya suth..tk bikin lah blog ini..pertama ngutak-ngatik blog,msih bingung..ga dong mesti ngapain n mesti di apain..hasilnya malah ak nulis posting pertama kli ini..hehe..
yah,kli2 aja besok2 kterusan nulis blog n jadi rajin posting ga cuma bwt ngerjain tugas kuliah tok..
ditunggu saja yaa.."u n buat temen2 arsiUGM mungkin yg bakal jd org2 terpilih pertama yg liat2 Blognya Astree' ini ciayo yaa..jangan bosen2 juga klo aku ntar nanya macem2 ke kalyan yaa..hehe
dhudhu...*u*
Mungkin perlu di jelasin,sejarahnya aku bikin blog ini
pertama2 c gara2 ada tugas matkul arsi digital yg mengharuskan pesertanya bikin blog
ya suth..tk bikin lah blog ini..pertama ngutak-ngatik blog,msih bingung..ga dong mesti ngapain n mesti di apain..hasilnya malah ak nulis posting pertama kli ini..hehe..
yah,kli2 aja besok2 kterusan nulis blog n jadi rajin posting ga cuma bwt ngerjain tugas kuliah tok..
ditunggu saja yaa.."u n buat temen2 arsiUGM mungkin yg bakal jd org2 terpilih pertama yg liat2 Blognya Astree' ini ciayo yaa..jangan bosen2 juga klo aku ntar nanya macem2 ke kalyan yaa..hehe
dhudhu...*u*
Langganan:
Postingan (Atom)